Surat Pembaca
Bank Bukopin

Kartu Sudah Ditutup Namun Muncul Tagihan Baru

Senin, 20 Agustus 2018 | 18:20 WIB

Saya pemegang kartu Bukopin Business Card sejak 2013 dan tidak pernah ada komplain. Pada Desember 2017 saya menghubungi Bukopin Card Center untuk menutup kartu dan menyelesaikan semua hutang-hutang. Diinformasikan agar saya membayar sisa tagihan bulan berjalan sebesar Rp.11.933.602,- (ditambah Rp.101.000,- agar tidak ada kekurangan bayar apabila ada biaya-biaya lain yang belum tercatat).

Saya bayar sebanyak dua kali, pertama sebesar Rp.1.850.000 (sebelum tanggal jatuh tempo kalau tidak salah 14/15 Agustus ) dan kedua sebesar 10,184,602 pada tanggal 17 Agustus 2017. Saya kira masalah pembayaran sudah selesai, tapi bulan Februari 2018 pihak Call Center Bukopin menghubungi saya perihal kekurangan bayar sekitar 100 ribu untuk penutupan.

Saya tidak terima, apakah mungkin biaya bulanan 75 ribu per bulan ditagihkan lagi? Kartu sudah saya minta tutup sejak Desember. Saat ini tagihan saya sudah sebesar 675 ribu dan sudah masuk penagihan. Saya harus ke kantor Bukopin di Jakarta untuk mengurus permasalahan ini, namun posisi saya sudah di Pekalongan. Saya sangat keberatan harus mengurus ini ke Jakarta.

Thomas Ganda S
Apt Belmont Residence Tower Everest 1928, Jakarta Barat
Kirimkan Surat Anda
Login atau Register terlebih dahulu untuk mengirim surat Anda. Lihat syarat dan ketentuan di sini.
Surat Pembaca
Lihat Semua
Ninja Express
Paket via Ninja Express Tak Kunjung Datang
Rosewood Living Furniture
Kecewa dengan Rosewood Living
CBN
Kecewa! CBN Tidak Berkomitmen
JD.ID
Layanan Pengiriman dan Customer Service JD.ID Sangat Mengecewakan
Telkomsel
Kesalahan Aplikasi MyTelkomsel, Telkomsel Tidak Bertanggung Jawab
Tanggapan Lain
Lihat Semua
Grab, OVO, dan Mandiri
Pengalaman Buruk Mengisi Saldo OVO di Aplikasi Grab via ATM Mandiri
CIMB NIAGA
Sudah Berganti Tahun, Redeem Poin Xtra CIMB Niaga Belum Juga Terselesaikan
OVO
Kecewa dengan Pelayanan OVO
Bank Negara Indonesia (BNI)
Tarik Tunai Tidak Berhasil, Saldo Berkurang
Bank Danamon
Bank Danamon Tidak Profesional