Surat Pembaca
Bank Mandiri

Kartu Kredit Salah Nama, Namun Debt Collector Tetap Menagih

Senin, 11 Maret 2019 | 19:32 WIB

Saya atas nama Devi tidak memiliki akun kartu kredit di Mandiri, hanya memiliki tabungan saja. Sekitar 6 bulan terakhir, nomor adik saya, nomor kantor dan nomor rumah, sering dihubungi oleh pihak Bank Mandiri mencari Devi Yulia Atmaja karena menunggak tagihan kartu kredit. Padahal nama saya (tertera di KTP) hanya Devi saja.

Saya dan Devi Yulia Atmaja sempat bekerja satu kantor di PT Clariant Indonesia, Tangerang. Devi Yulia Atmaja berhenti bekerja di tahun 2016 akhir karena masa kontrak habis. Pada aplikasi Mandiri Online saya sempat terlihat ada akun kartu kredit dengan nomor 4137 1803 1345 1302. Segera saya membuat laporan ke Bank Mandiri. Terakhir tanggal 8 Maret 2019 (laporan kedua) dengan Customer Service Ibu Aisyah.

Ternyata nomor kartu kredit tersebut memang atas nama Devi Yulia Atmaja. Kekacauan data tidak hanya sampai sini saja. Nomor rumah, nomor adik saya (sebagai emergency contact) terdaftar di data-data kartu kredit atas nama Devi Yulia Atmaja tersebut.

Menurut customer service, ini bisa disebabkan karena :

1. Kami bekerja di kantor yang sama. Devi Yulia Atmaja menjadikan alamat kantor sebagai alamat penagihan.

2. Sekitar satu tahun lalu saya pernah mengajukan kartu kredit Mandiri, menyertakan alamat rumah, kantor dan nomor telpon adik saya sebagai contact person. Padahal pengajuan kartu kredit saya selalu ditolak.

Tanggal 8 Maret, adik saya dihubungi oleh nomor 0895 360434509, sepertinya penagih hutang. Menanyakan  Devi Yulia Atmaja, dan adik saya menjawab tidak ada yang bernama Devi Yulia Atmaja, namun penelpon tersebut malah memaki-maki dan menuduh adik saya berbohong.

Hari ini, jam 10.45, adik saya menerima SMS dari nomor tersebut yang isinya terdapat tunggakan kartu kredit atas nama Devi Yulia Atmaja sebesar 5.678.006. Maksimal dibayarkan jam 12 hari ini atau besok dan jika tidak dibayarkan akan dimasukkan black list BI dan debt collector akan menagih langsung ke rumah dan kantor.

Saya kembali menelpon customer service. Total dua kali telepon ditanggal 11 Maret. Solusi yang ditawarkan hanya menunggu karena sudah dibuat laporan. Saya juga diminta untuk telepon ke bagian penagihan di 021-30023002 dan diberi nomor extension bersangkutan, namun tidak diangkat.

Siapa yang akan bertanggung-jawab jika data saya masuk black list Bank BI dan akan menyulitkan saya di kemudian hari. Saya tunggu respon Bank Mandiri. Terima kasih.

Devi
Palem Semi Cluster Riviera No 19, Tangerang
Kirimkan Surat Anda
Login atau Register terlebih dahulu untuk mengirim surat Anda. Lihat syarat dan ketentuan di sini.
Surat Pembaca
Lihat Semua
Bank Standard Chartered
Rekening dan Kartu Kredit Ditutup Sepihak
Bukalapak
Buka Dompet dan Akun Dibekukan Tanpa Pemberitahuan
Bank BNI
Saldo yang Terpotong Setelah Gagal Tarik Tunai di ATM Belum Dikembalikan
Sriwijaya Air
Delay Hingga 4 Jam dengan Sriwijaya Air SJ-0085
PALYJA
Laporan Tidak Pernah Mendapat Solusi
Tanggapan Lain
Lihat Semua
OVO
Transfer Saldo OVO Ke Rekening Dinyatakan Gagal, Saldo OVO Malah Berkurang
OVO dan CIMB Niaga
Top Up OVO Dinyatakan Gagal, Saldo CIMB Niaga Tetap Terdebet
PT. XL Axiata
XL Center Lalai dalam Penyimpanan Data Pelanggan
XL Axiata
Layanan RBT Aktif Secara Tiba-Tiba
OVO
Tidak Bisa "Upgrade" OVO Premier karena KTP Sudah Digunakan Oleh Akun Tidak Dikenal