Surat Pembaca
Masyarakat Indonesia

Perlunya Kesadaran Individu Mematuhi Protokol Kesehatan, Bukan Hanya "Mencari Aman" dari Teguran Satgas Covid-19

Minggu, 11 April 2021 | 22:26 WIB

Protokol kesehatan adalah aturan dan ketentuan yang dijadikan persyaratan dalam segala aktivitas di masa pandemi ini.

Namun, protokol kesehatan hanya dijadikan cara untuk “mencari aman” dari teguran para petugas yang berhak menindak.

Dalam hal ini, protokol kesehatan yang dimaksud adalah aturan dan ketentuan untuk mencegah terjadinya penularan virus Covid-19, yang dapat bertransmisi dengan cepat dan mudah.

Aturan dan ketentuan tersebut diantaranya dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan menjaga tangan agar tetap bersih.

Menjaga jarak di tempat umum kerap kali sulit untuk diterapkan, memang tidak bisa dipungkiri, banyak individu yang memiliki kesadaran diri rendah untuk menjaga dirinya terbebas dari virus Covid-19.

Tidak jarang saya temui di lingkungan sekitar saya, orang yang mengabaikan protokol kesehatan.

Saat saya membeli kebutuhan sehari-hari di minimarket misalnya, pegawai minimarket terlihat sedang asik berbicara dengan pegawai lainnya, dan pada saat itu mereka tidak mengenakan masker.

Saya yakin, jika ada Satgas Covid-19 yang menghampiri untuk mengecek, pasti para pegawai tersebut kembali mengenakan masker mereka masing-masing.

Selain itu, saya seringkali menggunakan jasa yang ada di ojek online untuk mengirimkan makanan yang saya pesan.

Awalnya, tidak banyak keraguan untuk menggunakan jasa yang mereka sediakan, karena terdapat komitmen yang mereka berikan yaitu J3K yaitu, Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan, dan Jaga Keamanan.

Namun, pernah saya temui pengemudi ojek online sedang menunggu di depan rumah saya, dan pengemudi tersebut sedang tidak menggunakan masker.

Peristiwa tersebut membuat saya bertanya-tanya, mana komitmen yang dijanjikan dalam standar operasi jasa ojek online tersebut?

Untuk menghadapi peristiwa tersebut, baiknya adalah dengan cara menegur dan memberi peringatan orang yang melanggar protokol kesehatan secara langsung.

Namun, saya pribadi masih enggan jika harus menegur mereka satu per satu. Saya rasa jika saya tegur mereka, maka dapat menimbulkan perselisihan, hal tersebut yang harus dihindari di masa sulit ini.

Lebih baik lagi, kita harus menumbuhkan kesadaran atas pentingnya menjaga kesehatan dan kerja sama untuk memutus rantai penularan virus Covid-19 ini.

Jika kita berharap pada orang lain untuk patuh terhadap protokol kesehatan yang ada, maka kita akan berada pada ketidakpastian.

Maka dari itu, mari bersama kita mulai untuk menumbuhkan kesadaran pada diri kita masing-masing. Bersama kita bisa. (IRA)

Rafi Fathurrahman
Jl. RH Hasan Saputra, Turangga, Lengkong, Kota Bandung
Kirimkan Surat Anda
Login atau Register terlebih dahulu untuk mengirim surat Anda. Lihat syarat dan ketentuan di sini.
Surat Pembaca
Lihat Semua
VIU Indonesia
Balasan Email Template dari VIU Indonesia yang Mengecewakan
BNI Syarian / Bank Syariah Indonesia
Transfer Dana Menggunakan BNI Syariah Mobile, Status Sukses Namun Dana Tidak Masuk ke Rekening Bank Syariah Indonesia
PT. Indosat Ooredoo
Sinyal Selalu SOS, Lapor Indosat Belum Ditanggapi
Telkomsel
Berharap Penjelasan Telkomsel untuk Gangguan Jaringan yang Merugikan Pelanggan
Telkomsel Kartu Halo
Kuota Internet Keluarga Terdebit Dua Kali
Tanggapan Lain
Lihat Semua
PT Telkom Indonesia (IndiHome)
Berhenti Berlangganan IndiHome Sejak April 2021, Hingga Kini Deposit Belum Juga Dikembalikan
Bank Mega
Tagihan Over Limit Bank Mega yang Merugikan
CIMB Niaga
Kecewa Terhadap Pelayanan CIMB Niaga
PT Indosat Tbk
Pembelian Paket Postpaid Gagal, Saldo Terpotong dan Dana Masuk ke Rekening Indosat
Bank BCA
Customer Service BCA Tidak Memberikan Jawaban Memuaskan Untuk Permasalahan Nasabah