Surat Pembaca
MASYARAKAT DAN PEMDA SETEMPAT

Ojek Online Masih Ditolak Keberadaannya di Daerah Cipadung

Senin, 12 April 2021 | 18:52 WIB

Jika membahas perkembangan teknologi, maka tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini seluruh kegiatan dapat dilakukan  secara digital. Bahkan bisa diselesaikan dengan smartphone.

Salah satu inovasi digital yang sering digunakan di kehidupan sehari-hari adalah transportasi berbasis online atau yang biasa disebut ojek online.

Ojek online menjadi inovasi baru yang disambut baik oleh masyarakat karena menjadi solusi dari persoalan transportasi yang sulit diakses di Indonesia.

Beberapa tahun belakangan ini, kehadiran ojek online sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas setiap harinya.

Ojek online sangat digemari oleh masyarakat dikarenakan penggunaannya yang praktis dan efektif dimana saja dan kapan saja kita membutuhkannya.

Namun, hal tersebut tidak berlaku di Daerah Cipadung, Bandung.

Sebagian besar masyarakat Daerah Cipadung yang berprofesi sebagai ojek pangkalan menolak kehadiran transportasi berbasis online.

Masyarakat yang sudah berprofesi sebagai ojek pangkalan sejak lama merasa terganggu dengan aktivitas ojek online.

Ojek online dianggap telah merebut target konsumen mereka yang berakibat pada menurunnya penghasilan para ojek pangkalan.

Dikarenakan adanya penolakan atas ojek online di Daerah Cipadung, seringkali timbul pertikaian di daerah Cipadung antara ojek online dengan ojek pangkalan.

Bahkan pertikaian ini, bisa berujung kegaduhan, kekerasan, kerusakan, dan kerugian baik secara mental maupun materiil. Hal tersebut dibuktikan dengan kejadian yang saya lihat.

Saat saya melewati Daerah Cipadung, saya melihat kejadian ojek online yang diberhentikan oleh ojek pangkalan secara kasar.

Ojek pangkalan bahkan ditodong dengan pertanyaan, "Bapak ojek online bukan?”.

Dia dipaksa untuk menunjukkan handphone yang dimiliki untuk diperiksa apakah terdapat aplikasi driver ojek online atau tidak.

Peristiwa lain yang disaksikan oleh warga Cipadung adalah ojek pangkalan memberhentikan mobil yang diduga merupakan mitra ojek online dengan cara memukul mobil dan berteriak ke kaca mobil.

Sebenarnya perkembangan teknologi tidak bisa dihindari tetapi jika perkembangan teknologi dapat menimbulkan permasalahan dan kerugian, maka sudah seharusnya permasalahan ini harus segera diatasi.

Mungkin, salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan mengedukasi seluruh masyarakat Cipadung mengenai perkembangan dan pemanfaatan teknologi yang sudah semakin canggih.

Nantinya output yang dihasilkan seluruh ojek pangkalan bisa memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia.

Namun, apabila ojek pangkalan masih merasa bahwa pemanfaatan teknologi terkesan cukup menyulitkan diri maka upaya yang dapat dilakukan adalah membentuk peraturan tertulis tentang zonasi.

Berupa pembagian daerah yang dapat dilewati oleh ojek online dan yang tidak dapat dilewati oleh ojek online. (DND)

Rafly Budi
Cibiru, Cipadung, Bandung
Kirimkan Surat Anda
Login atau Register terlebih dahulu untuk mengirim surat Anda. Lihat syarat dan ketentuan di sini.
Surat Pembaca
Lihat Semua
VIU Indonesia
Balasan Email Template dari VIU Indonesia yang Mengecewakan
BNI Syarian / Bank Syariah Indonesia
Transfer Dana Menggunakan BNI Syariah Mobile, Status Sukses Namun Dana Tidak Masuk ke Rekening Bank Syariah Indonesia
PT. Indosat Ooredoo
Sinyal Selalu SOS, Lapor Indosat Belum Ditanggapi
Telkomsel
Berharap Penjelasan Telkomsel untuk Gangguan Jaringan yang Merugikan Pelanggan
Telkomsel Kartu Halo
Kuota Internet Keluarga Terdebit Dua Kali
Tanggapan Lain
Lihat Semua
PT Telkom Indonesia (IndiHome)
Berhenti Berlangganan IndiHome Sejak April 2021, Hingga Kini Deposit Belum Juga Dikembalikan
Bank Mega
Tagihan Over Limit Bank Mega yang Merugikan
CIMB Niaga
Kecewa Terhadap Pelayanan CIMB Niaga
PT Indosat Tbk
Pembelian Paket Postpaid Gagal, Saldo Terpotong dan Dana Masuk ke Rekening Indosat
Bank BCA
Customer Service BCA Tidak Memberikan Jawaban Memuaskan Untuk Permasalahan Nasabah